Mengapa Perempuan Mudah Marah Saat Datang Bulan

Mengapa Perempuan Mudah Marah Saat Datang Bulan
Mengapa Perempuan Mudah Marah Saat Datang Bulan. Bagi anda yang belum mengetahui mengapa perempuan mayornya selalu sensitife saat datang bulan. Jadi menurut keterangan dokter, bahwa perempuan mengalami 3 fase dalam hidupnya.
Fase pertama terjadi pada masa kekanakan, dan itu sekitar usia 0-12 tahun,
Fase kedua pada usia produktif, yaitu sekitar usia 13-44 tahun, 
Dan fase ketiga adalah fase menopause  atau lebih dari 45 tahun. Dokter ahli obstetri dan ginekologi mengatakan dalam setiap fase itu perempuan akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Tidak hanya perubahan fisik, tapi juga perubahan psikis. 

Ketika berada pada masa peralihan, saat memasuki masa usia produktif dan mulai mengalami menstruasi.  Hormon reproduksi seperti esterogen dan progesteron mulai ‘melakukan perannya’. 

Hormon esterogen dan progesteron mulai memengaruhi suasana hati. Ketika fase datang bulan terjadi, dinding rahim yang meluruh membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga tubuh mudah lelah dan terjadi mood swing.
Hal inilah yang menyebabkan seorang perempuan yang sedang datang bulan selalu lebih sensitif dan sering mengalami perubahan suasana hati yang cepat. 

Pada wanita siklus menstruasi biasanya terjadi sekitar 27 atau 28 hari, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 23 hari hingga 30 hari. Mudah marah dan tersinggung menjelang haid adalah salah satu gejala pra menstruasi wanita (pms). 
Beberapa peneliti dari universitas california, amerika serikat baru-baru ini merilis hasil penelitian mereka yang menjawab pertanyaan mengapa wanita mudah marah menjelang menstruasi. Penyebab suasana hati wanita tidak stabil menjelang mentsruasi ternyata bukan hormon, melainkan karena terjadinya respon sel otak yang disebut reseptor gaba.

Penelitian di lakukan dengan memindai otak wanita yang menderita ( premenstrual dysphoric disorder )disingkat pmdd. Pmdd adalah jenis gangguan disforik pramenstruasi. Gejala pmdd lebih parah daripada yang di alami oleh wanita dengan premenstrual syndrome (pms). Hasil pemindaian pada beberapa otak wanita dengan pmdd menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas di otak kecil. Lonjakan yang tinggi menunjukkan kondisi emosi yang semakin buruk. Fungsi sel gaba pada otak adalah untuk membatasi aktivitas-aktivitas yang terkait dengan stres dan kecemasan.  Pada wanita yang menderita pmdd, hormon progesteron akan mengubah bentuk reseptor gaba pada otak kecil. 
Perubahan bentuk tersebut yang terjadi saat menjelang menstruasi membuat sel gaba akan sulit mengontrol perasaan cemas dan stres. Suzanne abraham, salah seorang ginekolog di royal north shore hospital, sydney australia mengatakan, meski pemindaian hanya dilakukan kepada wanita dengan pmdd, studi ini cukup mewakili kondisi wanita secara umum.

Penyebab pasti dari premenstruation syndrome belum diketahui tetapi ada beberapa hal yang berkaitan dengan keadaan ini diantaranya:
Perubahan hormon
masa menjelang haid mempengaruhi siklus hormon dalam tubuh perempuan, kondisi perubahan hormon yang naik turun juga terjadi saat kehamilan atau menapouse.
Perubahan kimia pada otak
jumlah  serotin yang tidak menentu bisa memacu gejala premenstuasin syndrom.
Stress
stress atau prustasi bisa memperburuk keadaan pms, bahkan ada yang sampai pingsan.
Kebiasaan makan
kekurangan vitamin dan mineral berkaitan pula dengan kondisi pms, juga termasuk makanan yang banyak mengandung garam, dan juga kafein dan alkohol sebaiknya dihindari.

Seperti itulah  informasi kami mengenai mengapa perempuan mudah marah saat datang bulan.
Dengan ini anda setidaknya mengerti dan memaklumi jika pasangan anda cepat emosi saat pms
Atau menstruasi, semoga bermanfaat. Baca juga Cara Menghitung Masa Subur Wanita Agar Cepat Hamil.

Berlangganan untuk email update gratis: